Rambut panjangmu yang terkuncir
Ikat polkadot shu-shu
Penggalan lirik tersebut mengingatkan ku kepada salah satu manusia menyebalkan bernama Flora. Berawal dari rasa penasaran karena dia satu-satunya yang bondol, di situ lah perjalanan di Dunia Flora dimulai.
Rambut panjangnya yang sekarang jadi salah satu saksi bisu yang menemani perjalanan ku mendukungnya. Dari rambutnya yang masih sepundak sampai sekarang sudah panjang. Ikat rambut polkadot juga tidak luput menemani perjalanannya, bermula dari rasa ingin memberi hadiah sebagai apresiasinya tapi bingung mau beri apa dan uangnya yang gak seberapa. Muncullah ide untuk memberi hadiah ikat rambut karena rambutnya yang saat itu semakin panjang.
Ikat rambut polkadot tersebut selalu menemaninya. Sejujurnya masih tidak menyangka ternyata barang yang ku pikir tidak seberapa ternyata menjadi memori yang istimewa.
Terima kasih, Flora.








